Archive

Archive for the ‘Tips Karier’ Category

Quote of The Day

February 4th, 2010

Orang yang tekun akan mengerjakan lebih banyak

dengan peralatan berkarat daripada yang dapat diselesaikan orang lain

dengan seluruh peralatan dari sebuah toko mesin.

-RUPERT HUGHES

Quote of The Day, Tips Karier

Belajar Memahami Pola Pikir Orang HRD

December 30th, 2009

Setiap kali membaca puluhan CV atau resume yang setiap harinya masuk ke inbox saya, ada satu hal yang rasanya masih mengganggu pikiran. Boleh dibilang dari rata-rata 20 CV atau resume yang saya terima, sekitar 15 diantaranya akan saya hapus. Maksimal 3 CV atau resume akan saya masukkan ke database, dan sisanya akan saya proses untuk kemudian selanjutnya dilakukan pre-screened melalui phone interview.

Itu artinya hanya 10% yang memiliki kesempatan untuk diproses pada saat ini, 15% yang memiliki kesempatan untuk diproses di waktu-waktu yang akan datang, dan 75% sisanya tidak akan pernah diproses lagi.

Kalau mau jujur, sebagai headhunter ingin rasanya saya bisa membuat angka persentase kandidat yang lolos pada seleksi awal ini bisa naik, minimal 20% bisa diproses saat ini dan 25% bisa dimasukkan ke database.

Masalahnya hanya satu: saya tidak akan pernah bisa membuat keinginan tersebut menjadi sebuah kenyataan bila setiap harinya masih saja banyak kandidat yang mengirimkan dokumen lamaran kerja yang memang pada dasarnya tidak layak untuk diproses (kalau mengikuti bahasa teman saya yang pernah bekerja sebagai HRD pada salah satu perusahaan terbesar di negeri ini: dokumen sampah)

Pahit memang, tapi itulah kenyataan yang terjadi.

Banyak hal yang membuat satu dokumen lamaran kerja menjadi tidak layak untuk diproses. Namun bila ditelusuri lebih mendalam, ada satu benang merah yang bisa saya sampaikan mengapa jauh lebih banyak dokumen lamaran kerja yang dihapus (bila dikirim melalui email) atau dibuang (bila dikirim melalui pos), yaitu masih banyaknya kandidat atau job seekers yang belum memahami pola pikir orang HRD secara baik.

Hampir selalu yang terjadi adalah kandidat atau job seekers dalam CV atau resumenya lebih banyak mengedepankan hal-hal yang dirasa penting bagi dirinya, tapi lupa mengedepankan hal-hal yang dirasa penting bagi orang HRD.

Sehingga kemudian menjadi tidak ada gunanya kalau dalam CV atau resume anda membanggakan prestasi (katakanlah) sebagai kapten tim cheerleaders yang menjuarai turnamen daerah sewaktu anda masih SMA, kalau anda tidak bisa menunjukkan korelasi yang signifikan antara prestasi tersebut dengan job requirements untuk posisi yang anda lamar.

Sebetulnya topik ini sudah pernah saya bahas sebelumnya, tapi dengan bahasa yang sedikit lain (meskipun inti dari pesan yang ingin disampaikan tetap sama). Garis besar pemikiran yang saya tulis pada artikel tersebut sebetulnya adalah kunci untuk memahami pola pikir orang HRD yang melakukan seleksi pada dokumen lamaran kerja yang anda kirimkan.

Bila anda bisa memahami tulisan tersebut dan kemudian mengkombinasikannya dengan tip & trik menulis CV atau resume, saya jamin tingkat kesuksesan anda untuk lolos dari tahap seleksi awal pun akan meningkat tajam, jadi tidak ada lagi cerita mengirimkan puluhan dokumen lamaran kerja tanpa pernah sekalipun mendapatkan panggilan interview.

Pada kesempatan menulis berikutnya saya berencana untuk melakukan real case study dari satu lowongan kerja yang pernah saya proses.

Saya akan tunjukkan secara detail kepada anda:

  • Bagaimana membaca iklan lowongan kerja atau job requirements secara seksama dan melakukan self assessment untuk menilai apakah anda memiliki peluang yang cukup bagus untuk lolos seleksi tahap awal.
  • Bagaimana menyesuaikan isi cover letter dan CV atau resume dengan job requirements.
  • Bagaimana menyusun secara sistematis sebuah CV atau resume yang membuat orang HRD “tidak sabar” untuk segera menghubungi anda.
  • Satu strategi sederhana namun efektif untuk mengirimkan email yang membuat orang HRD “terpancing” untuk membuka email dari anda dan kemudian membaca secara seksama cover letter, CV atau resume anda.
  • Bagaimana dengan mudah membuat layout CV atau resume yang lengkap, rapi, namun tetap jelas dibaca.

Anda tertarik?

Kalau anda tertarik, tolong doakan supaya saya ada waktu luang dalam beberapa hari kedepan. Insya Allah bila situasi dan kondisinya mengijinkan, saya akan dengan senang hati membahas semua yang telah saya sebutkan diatas dengan detail, karena bisa jadi dibutuhkan waktu yang agak panjang juga untuk menuliskannya secara cermat dan terinci.

Untuk sementara ini, nikmati dengan baik libur akhir pekan anda. Lupakan sejenak semua kesibukan kerja yang telah anda lakukan sejak hari Senin yang lalu.

written by : Haryo Utomo Suryosumarto

Tips Karier

3 Kasus Abnormal yang Berbuah Sukses

December 30th, 2009

Sebagai orang yang pernah merasakan di-interview dan meng-interview selama sembilan tahun terakhir, saya beberapa kali menemukan hal-hal menarik yang saya pikir bisa dijadikan pelajaran untuk siapapun yang sedang mempersiapkan diri menghadapi interview.

1. Laptop + Presentasi = Sukses!

Tahun lalu ada satu rekan saya yang dipanggil interview di satu perusahaan manufaktur untuk posisi sales. Merasa bahwa dirinya memiliki latar belakang pengalaman kerja di industri yang sama sekali berbeda dengan bidang industri perusahaan tersebut, rekan saya berusaha mempelajari dengan serius segala sesuatu mengenai bisnis, produk dan sistem distribusinya melalui riset yang cukup mendalam di internet.

Ketika menghadiri interview, rekan saya itu berhasil membuat si interviewer terkesima ketika ia menunjukkan slide presentasi singkat dalam bentuk Powerpoint yang telah disiapkan di laptop-nya dan kemudian menjelaskan mengenai langkah apa yang akan dilakukannya bila bekerja di tempat tersebut untuk menaikkan angka penjualan.

Kira-kira dua bulan kemudian, saya mendapat kabar bahwa rekan saya telah pindah ke perusahaan manufaktur tersebut. Belakangan dirinya mengakui bahwa salah satu kunci suksesnya meskipun datang dari latar belakang industri yang berbeda adalah berusaha secara sungguh-sungguh memahami bisnis perusahaan sejak sebelum menghadiri sesi interview yang pertama, dengan demikian ketika ia berhasil menjelaskan hal-hal teknis melalui presentasi yang telah disiapkannya, pengalaman kandidat lain pun (yang mungkin memiliki kualifikasi lebih baik) menjadi tidak terlalu relevan lagi.

2. Antusiasme + Kesopanan = Sukses!

Beberapa hari lalu ada satu kandidat yang diproses oleh rekan kerja saya akhirnya mendapatkan penawaran untuk bergabung dengan sebuah perusahaan pertambangan. Anehnya, bila dilihat diiatas kertas, kandidat tersebut adalah kandidat yang paling muda dan kualifikasinya justru boleh dibilang paling kurang mengkilap dibandingkan kandidat lainnya.

Apa yang membuatnya kemudian ditawari bergabung? Ternyata si interviewer expat yang kebetulan merupakan user, sangat menyukai antusiasme dan sopan-santun dari anak muda ini. Menurut si interviewer, kandidat ini menunjukkan minat dan niat yang sangat kuat untuk bergabung, meski konsekuensinya adalah meninggalkan Jakarta dan bekerja di daerah pedalaman Kalimantan. Ditambah lagi dengan attitude-nya yang sangat baik, membuat si interviewer yakin bahwa kandidat ini akan sangat cocok bekerja sama dengan dirinya.

3. Pakaian Formal + Email = Sukses!

Ada satu cerita di tahun 2002 ketika seorang Legal Counsel perusahaan teknologi informasi berusaha melamar ke sebuah law firm untuk merintis karir sebagai seorang lawyer. (Lagi-lagi) diatas kertas, dirinya jelas bukan kandididat terkuat untuk dipekerjakan, modalnya pada saat itu hanyalah kemampuan berbahasa Inggris yang sedikit lumayan dan mental bonek.

Tapi si kandidat ini berhasil membuat si interviewer terkesan ketika selalu menghadiri setiap sesi interview dengan pakaian formal alias selalu datang dengan mengenakan setelan jas lengkap + dasi. Ketika ditanya kenapa sampai harus mengenakan jas untuk menghadiri interview posisi yunior dengan status kontrak enam bulan, si kandidat tersebut menjawab bahwa inilah salah satu cara yang bisa dilakukannya untuk menghargai undangan interview dari law firm tersebut.

Selain itu si kandidat ini juga selalu berusaha mengirimkan sebuah email singkat maksimal dua jam setelah di-interview kepada setiap orang yang telah meng-interview dirinya untuk sekedar mengucapkan terima kasih telah bersedia meluangkan waktu dan menyatakan bahwa dirinya selalu siap untuk diklarifikasi kapan saja untuk membantu memudahkan si interviewer dalam membuat keputusan seleksi.

Hasilnya, ia pun terpilih dari sekian puluh kandidat lain meski hanya lulus dari kuliah S1-nya dengan indeks prestasi pas-pasan (bahkan cenderung memprihatinkan) karena telah berhasil meninggalkan kesan mendalam kepada si interviewer sejak pertama kali menginjakkan kaki di kantor law firm tersebut.

Saya tahu persis ceritanya, karena si kandidat itu adalah saya sendiri — tujuh tahun yang lalu.

——————–

Dari ketiga kasus diatas, boleh dibilang ketiga kandidat dalam tiap kasus memiliki satu kesamaan. Mereka semua, kalau boleh diistilahkan, adalah kandidat underdog — datang dengan kesadaran penuh bahwa mereka memiliki disadvantage, baik dari sisi pengalaman kerja, usia, maupun prestasi akademis.

Di sisi lain mereka semua juga memiliki kesamaan dalam hal berusaha untuk menutupi kekurangannya dengan cara membuat si interviewer terkesan sejak menit pertama sesi interview berlangsung.

Saya pikir semua orang bisa melakukannya dan memiliki kesempatan yang sama untuk mempraktekkannya bila menghadiri panggilan interview, syaratnya hanya satu: anda memang sungguh-sungguh berminat untuk bekerja di perusahaan yang memanggil anda untuk interview.

Percayalah, tanpa minat yang sungguh-sungguh, si interviewer akan langsung dapat merasakannya. Tidak sulit untuk mengetahui ketulusan dan minat seseorang hanya dari melihat body language ataupun kata-kata yang terucap dari mulut anda, bukan?

Nah, jadi sekali lagi saya tekankan, kalau anda suatu hari nanti menghadiri interview dengan latar belakang yang kurang mendukung, buatlah si interviewer terkesan dengan diri anda sejak awal. Ketiga kasus diatas hanyalah contoh hal-hal yang bisa anda lakukan untuk membuat interviewer terkesan.

Kunci utamanya tetap satu: seberapa besar minat anda untuk bekerja di perusahaan tersebut?

written by : Haryo Utomo Suryosumarto

Tips Karier

Pertama di Indonesia : Perbanas Banking Job Fair 2009

July 23rd, 2009

Datang dan hadiri Perbanas Banking Job Fair 2009

6-7-8 Agustus 2009

pukul 09.00-17.00 wib

poster4

bank-bank yang berpartisipasi dalam kegiatan Perbanas banking Job fair 2009 adalah :

1. Bank Mandiri

2. Bank BCA

3. Bank Jatim

4. Bank Danamon

5. Bank BTPN

6. Bank Maspion

7. Bank Yudha Bhakti

8. Bank CIMB Niaga

9. Bank Prima Master

10. Bank Permata

11. Bank Bukopin

12. Bank Bukopin Syariah

13. Bank Mega Syariah

14. Bank Artha Graha

15. Bank Harda

16. Bank BII

17. Bank INA Perdania

18. Bank Syariah Mandiri

19. Bank HSBC

20. Bank SBI

21. Bank CNB

22. BPR Dinar Pusaka

23. BPR Mitra Group

dan bank-bank lain anggota perbanas jatim

datang dan siapkan CV-Lamaran anda…

raih masa depan gemilang di sini…

Berita PCC, Tips Karier

Prospek Kerja Bagi Fresh Graduate di Tahun 2009

January 9th, 2009

Prospek Kerja Bagi Fresh Graduate di Tahun 2009

Oleh : Harry Widyantoro, SE. M.Si. - Manager Perbanas Career Centre

Tak terasa kita sudah  memasuki tahun 2009, apa yang sudah anda rencanakan untuk mempersiapkan karir anda di tahun ini ? Apakah anda sudah membuat resolusi baru berkaitan dengan rencana anda untuk lulus dari Perguruan Tinggi di tahun 2009 ini ? ataukah anda justru masih berkutat dengan kesibukan anda menyelesaikan skripsi dan belum punya gambaran apapun tentang mau apa dan kemana nanti setelah lulus ?

Di kesempatan paruh pertama di awal tahun ini, saya ingin berbagi dengan anda mengenai prospek dunia kerja di tahun 2009 dari sudut pandang pemahaman saya yang kebetulan sehari-hari berkutat menangani pusat karir di Perbanas Career Centre Surabaya berkait soal ketenaga kerjaan di perusahaan.

Di awal tahun lalu secara umum di paruh pertama sampai dengan bulan Agustus 2008 kondisi sebenarnya berjalan dengan baik, namun begitu mulai memasuki bulan september kondisi mulai berubah yang dimulai dengan krisis finansial di Amerika Serikat dampaknya mulai dirasakan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Menurut  Haryo Utomo Suryosumarto,  Recruitment Consultant  di  Monroe Consulting Group Jakarta,  Ada beberapa sektor bisnis/industri yang terkena dampak paling parah dan sepertinya di tahun 2009 ini diprediksi tidak akan melakukan rekrutmen dalam skala besar di Indonesia, diantaranya:  Pertambangan, Manufaktur, Minyak dan Gas Bumi.

Dari ketiga sektor ini nampaknya yang paling dekat dan berkaitan dengan karir anda adalah sektor manufaktur. Sektor ini karena bersifat padat karya dan padat modal merupakan sektor yang sangat rentan terhadap adanya pemutusan hubungan kerja. Banyaknya pembatalan permintaan dari dalam dan khususnya dari buyer luar negeri akibat krisis finansial dan meningkatnya kurs dollar terhadap rupiah akan sangat berpengaruh negatif terhadap kemampuan perusahaan dalam menjalankan operasi usahanya.

Apabila kondisi ini terus berlanjut  dan kondisi perekonomian tidak menunjukkan perbaikan signifikan  yang bisa menumbuhkan rasa optimis para pelaku usaha, kemungkinan akan semakin banyak perusahaan manufaktur di Indonesia yang melakukan pemutusan hubungan kerja secara massal.

Namun untuk sektor jasa keuangan termasuk Perbankan kondisi di Indonesia tidaklah akan separah di Amerika Serikat dimana sektor jasa keuangan merupakan pemicu terjadinya krisis keuangan global. di sini sektor jasa keuangan justru akan tetap bertahan, kecuali perusahaan jasa keuangan yang beraffiliasi / cabang dari kantor pusat di Amerika Serikat..

Sungguh suatu kondisi yang tidak terlalu menggembirakan, namun anda tidak perlu terlalu cemas, ini hanya prediksi yang masih bisa saja berubah secara drastis 180 derajat. Kebetulan saat ini saya sedang mempersiapkan acara Perbanas Job fair, bursa kerja yang secara rutin diadakan di kampus Perbanas Surabaya selama tiga tahun terakhir, biasanya saya sangatlah mudah mengajak rekan-rekan HRD perusahaan dan Perbankan untuk bergabung dalam kegiatan rekruitment di bursa kerja yang saya kelola, namun untuk tahun ini ada sebagian dari mereka yang menolak bergabung karena kondisi perusahaan mereka sedang sulit, walaupun masih ada juga perusahaan yang tetap semangat mengikuti acara ini karena perusahaan mereka tidak terpengaruh dengan kondisi krisis saat ini.  Trend perusahaan untuk merekrut karyawan melalui pihak ketiga (baca: outsourcing) tampaknya masih akan terus berlanjut selama kondisi perekonomian belum membaik. Hal yang harus anda pahami adalah malamar kerja melalui perusahaan outsourcing bukan sesuatu yang salah untuk pijakan awal kita memasuki dunia kerja. Yang terpenting bagi anda adalah bisa menunjukkan pada perusahaan bahwa anda memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang ditawarkan.

Sebagai seorang lulusan Fresh Graduate yang masih belum memiliki pengalaman kerja dan memiliki posisi daya tawar yang rendah dengan perusahaan tentunya anda haruslah memiliki sesuatu yang bisa membuat perusahaan tertarik dengan anda. Kemampuan anda untuk bisa menunjukkan bahwa anda bisa dan mampu memenuhi kebutuhan perusahaan dalam pekerjaan tentunya tidaklah bisa anda peroleh secara tiba-tiba, perlu proses untuk mempersiapkannya.

Kemampuan anda untuk bisa mengoptimalkan potensi diri dengan membekali diri anda dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan perusahaan akan sangatlah menjadi nilai tambah bagi anda dalam bersaing di dunia kerja.

Yang terpenting bagi anda yang baru mau akan lulus atau barusan lulus adalah mencari jawaban dari pertanyaan ini :

“ Sudahkah anda membuat resolusi baru dengan mempersiapkan diri untuk meningkatkan kualitas kompetensi diri anda dalam bersaing  di dunia kerja di tahun  2009 “

Kalau anda bisa menjawab pertanyaan tersebut dan melaksanakannya dengan konsisten, anda tidak perlu takut lagi bersaing di dunia kerja, percayalah walaupun separah apapun krisis perekonomian yang terjadi masih akan ada perusahaan yang akan merekrut anda menjadi karyawan.

Selamat bersaing, semoga di tahun 2009 ini kesuksesan dan kebahagiaan selalu menyertai kita semua. (HW)

Tips Karier

BAGAIMANA MERAIH SUKSES

July 24th, 2008

BAGAIMANA MERAIH SUKSES

Siapa yang tidak ingin sukses ? Setiap orang pasti menginginkan dan memimpikannya. Tetapi, tidak setiap orang bisa mendapatkannya. Mengapa? Karena tidak setiap orang memahami arti sukses. Sukses bukanlah suatu keajaiban yang ada dalam hidup, bukan pula hasil keberuntungan, sukses bukan suatu tujuan akhir, tetapi jadikan sukses sebagai gaya hidup. Cara yang benar meraih sukses adalah dengan melakukannya setiap hari. Dan anda harus memahami bahwa gambaran diri anda adalah apa yang anda lakukan sehari-hari. Jika mula-mula anda membentuk kebiasaan, maka kemudian kebiasaan itu akan membentuk anda, dan membentuk kebiasaan sukses adalah semudah anda membangun kebiasaan untuk gagal.

Bagaimana membentuk kebiasaan sukses?

     

  1. Memiliki impian yang besar. Impian yang besar merupakan awal dari apa yang hendak anda raih. Karenanya, anda harus membangun mimpi anda setiap hari
  2. Berkomitmen setiap hari untuk selalu menjadi lebih baik
  3. Menghargai setiap kejadian atau peristiwa sebagai suatu pelajaran berharga yang harus anda kuasai dengan baik
  4. Berjuanglah setiap hari untuk mengalahkan perasaan enggan dan malas melakukan hal-hal yang kurang kita senangi.
  5. Bersedia untuk mengorbankan kesenangan pribadi demi mengambil kesempatan-kesempatan yang ditawarkan yang mungkin tidak akan pernah berulang.
  6. Mengoptimalkan setiap waktu yang ada, dengan cara mengurutkan setiap prioritas pekerjaan.
  7. Mengerjakan segala sesuatu dengan tulus ikhlas, menyadari bahwa hasil dari setiap pekerjaan tidak selalu ekuivalen dengan energi yang dikeluarkan
  8. Dan, yang terakhir adalah senantiasa berdoa………

Jika anda melakukannya setiap hari, maka anda sedang sukses di hari ini dan akan sukses besok, lusa dan seterusnya. Selamat menjalani hari-hari sukses anda………… ( Tjahjani Prawitowati)

Tips Karier

Persiapan Diri untuk Interview/Tes Wawancara Kerja

July 7th, 2008

Seberapa bagus performa seseorang pada interview akan sangat dipengaruhi oleh seberapa bagus dia menyiapkan diri untuk itu. Dalam banyak kasus, kurangnya persiapan akan membuat rasa PeDe jadi terkikis. Bahkan jika Anda sudah beruntung dengan menjadi kandidat favorit dan hampir bisa dipastikan akan meraih posisi yg Anda kejar, tetap saja Anda perlu lakukan persiapan untuk perbesar kemampuan Anda dalam menegosiasikan gaji.

Anda mungkin pernah mendengar ada orang yang berkoar-koar bahwa mereka tak pernah kok lakukan persiapan untuk hadapi tes wawancara kerja dan ternyata wawancaranya juga berlangsung oke-oke saja. Jika kita lakukan penelusuran lebih dekat, maka biasanya yg terjadi adalah beberapa hal ini:

Dia memang beruntung - ada di tempat yg tepat pada saat yg tepat;
Dia punya koneksi yg bagus;
Dia bermain di pasar tenaga kerja di mana terdapat permintaan yg tinggi dengan suplai yg rendah;
Dia melamar pada pekerjaan yg tak berada jauh dari zona nyaman mereka; atau
Dia melamar kerja secara internal (dalam perusahaan) dan pesaingnya adalah kandidat dari luar.

Persiapan untuk interview ini menjadi lebih terasa pentingnya ketika kita melihat sifat dasar dari tes wawancara kerja. Dalam interview, tidak hanya Anda diminta untuk menjual (kompetensi) diri dalam lingkungan yg kompetitif, namun juga dituntut untuk bisa mengkompres bongkahan informasi yg panjang lebar serta beragam dalam bentuk yang: rapi, runtut, padat namun tetap bisa dimengerti, tidak menimbulkan konotasi negatif, serta berisi informasi yg interviewer memang ingin dengar. Ya wajar lah klo lantas tingkat stres seseorang bisa meningkat karenanya.

Tapi ternyata bukan hanya karena itu; interview secara mendasar adalah aktivitas yg jarang dilakukan, sehingga kebanyakan orang tidak cukup familiar dan tentu akan canggung dalam menghadapinya. Tidak hanya itu, kebanyakan orang Indonesia masih sungkan untuk mengatakan perihal semisal,”Saya ahli dalam melakukan A, dalam menjual XYZ”. Bagi banyak orang, tes wawancara kerja menjadikannya melakukan hal-hal/tindakan yg tidak biasa dilakukan dalam keseharian. Oleh karenanya, persiapan menjadi prasyarat yg wajib.

So, persiapan yang baik untuk interview akan menguntungkan anda dalam:
Meningkatkan rasa PeDe & kemantapan diri
Membantu menjawab pertanyaan secara ringkas dan berisi, alih2 buang waktu untuk sekedar sampaikan poin yg simple
Membantu Anda dalam mengetahui apa yang perlu dikatakan dan bagaimana menyampaikannya
Membantu Anda dalam menghadapi pertanyaan2 susah
Membantu Anda dalam menghindari ucapan2 yang akan menimbulkan kesan negatif
Meningkatkan kemampuan rapport-building Anda.

Meskipun begitu, ada juga yang namanya persiapan yg salah. Salah satunya adalah berlatih dg mengulang2 jawaban umum milik orang lain. Memang itu bisa sih ngasih semacam gambaran tentang gimana bentuk jawaban yg bagus; tapi itu juga bisa malah merugikan. Perlu kita pahami bahwa dalam banyak kasus, ndak ada yang namanya jawaban tunggal untuk setiap pertanyaan. Apa yg dianggap jawaban mantab bagi seorang pewawancara bisa jadi malah dianggap cupu oleh yg lain. Seseorang bisa saja menghafal luar kepala jawaban milik orang lain, persis sampe kata per kata. Tapi dikhawatirkan hal ini malah membuat dia jadi terkesan kurang tulus atau genuine, serta tampak rada ndak masuk akal ketika kemudian pertanyaan lanjutan -yg belum pernah dihafal jawabannya- diajukan.

Lantas bagaimana sih persiapan interview yg benar?

Salah satu kunci terpentingnya adalah dg mengetahui perihal apa yang penting bagi pewawancara dan apa2 yg mereka butuhkan. Kebanyakan pewawancara -entah mereka nyadar apa nggak- biasanya ingin mendengar tiga hal dari Anda.

Can you do the job?
Dengan kata lain, kamu punya nggak seluruh kompetensi, wawasan, pengalaman atau potensi untuk perform bagus di kerjaan ini? Pewawancara ingin tahu apa2 yg pernah Anda lakukan, bagaimana Anda melakukannya dan bagaimana hasilnya.

Kamu bakal cocok nggak dg orang2 (yg skr sudah kerja) dan budaya yg sudah berkembang di sini? Ini adalah pertanyaan penting - ndak ada yang pengen kerja dg seseorang yang ndak disukai, meskipun kompetensinya ada.

Seberapa termotivasinya Anda ini? Seberapa besar sih tekad dan keinginan Anda untuk meraih posisi yang Anda incar?

Ndak ada jalan singkat untuk melatih kemampuan interview. Begitu Anda sudah menyiapkan jawaban yg mantap, Anda perlu duduk, melatihnya hingga lancar, dan bukan sekedar hafal. Penting sekali untuk melatih jawaban Anda keras-keras, alih2 sekedar dilamunin dalam pikiran. Kebanyakan orang menemukan perbedaan antara apa yg mereka pikirkan dan apa yg bener2 terucap dari pikiran itu.

Sebenarnya cara yg paling ampuh ya dengan melakukan banyak tes wawancara, bahkan untuk pekerjaan2 yg tidak Anda minati. Setelah interview berakhir, Anda hubungi pewawancara untuk meminta umpan balik. Tapi rasa2nya males ya latihan dg cara begini

Ada baiknya Anda mensimulasikan tes wawancara kerja dengan bantuan teman yang kooperatif (bisa diajak serius). Semakin nyata situasi yg bisa Anda simulasikan, semakin tinggi benefit yg bisa Anda dapat. Klo bisa, jangan diktekan pertanyaan2nya ke teman Anda. Tapi klo dia memang ndak ada gambaran, ya kasih aja daftar pertanyaan, dan suruh dia untuk memilih. Yang jelas, pembelajaran penting yg perlu Anda dapat di simulasi ini adalah dalam menjawab pertanyaan2 tak terduga. Lalu jangan sungkan untuk minta umpan balik ke teman Anda. Kadang kan ada teman yg sungkan klo ngasih kritikan. Pastikan Anda juga bisa bersikap baik dalam menerima kritik, yg bahkan tidak disampaikan bersama dg masukan perbaikan.

Sumber : AHMAD GUNTAR.com

Tips Karier

Quote of the Day

June 28th, 2008

Success is going from failure without a loss of enthusiasm”

“Kesuksesan adalah perjalanan dari kegagalan ke kegagalan tanpa kehilangan antusiasme”

- Winston Churchill

Tips Karier

Tahukah Anda : Apa Prestasi Anda ???

June 28th, 2008

Mungkin Anda sudah sekian tahun bekerja. Apa prestasi Anda selama sekian tahun itu? Bila Anda tidak bisa menjawab pertanyaan ini dalam 5 detik, maka Anda perlu merenung ulang. Untuk mendapatkan pekerjaan baru, daya saing Anda bisa lebih tinggi bila Anda bisa merumuskan prestasi Anda dalam pekerjaan sekarang atau sebelumnya.

Deskripsi mengenai prestasi Anda bisa menjadi nilai tambah karena deskripsi tugas saja bisa jadi belum cukup. Kandidat lain dengan latar belakang pekerjaan yang serupa dengan Anda mungkin mencantumkan deskripsi tugas yang mirip. Jadi pertimbangkanlah untuk menampilkan prestasi Anda di tempat kerja sekarang atau terdahulu di dalam resume Anda. Pekerja yang berkualitas pasti mempunyai prestasi, tetapi memang tidak mudah untuk merumuskannya dalam bentuk tulisan. Mungkin tips di bawah ini bisa membantu Anda.

Apa Sebenarnya Prestasi Anda ?

Ada beberapa jenis prestasi yang mungkin bisa dipikirkan, pilih yang paling relevan.

1. Pencapaian target.

Cobalah untuk mengumpulkan dan mengingat-ingat target yang dibebankan oleh supervisor atau perusahaan kepada Anda. Target pribadi ataupun target tim sama-sama bisa digunakan. Tentunya tidak dalam semua proyek atau penugasan Anda selalu sukses. Pilih di mana Anda berhasil. Bila itu merupakan target pribadi, maka besar kemungkinan Anda adalah faktor penentunya. Tetapi bila itu merupakan pencapaian target tim maka Anda harus mendefinisikan kontribusi Anda dalam pencapaian itu secara jelas.

2. Menepati tenggat waktu.

Ada yang mengatakan bahwa salah satu kunci sukses dalam bisnis adalah kecepatan. Jadi, dapat dikatakan hampir semua industri harus berpacu dengan waktu dan karyawan ditekan untuk bekerja cepat agar bisa memenuhi tenggat waktu yang ketat. Tidak heran bila karyawan-karyawan yang mampu melaksanakan tugas dengan hasil yang berkualitas dan tepat waktu biasanya dihargai. Cantumkan ini bila Anda memang baik dalam hal ini.

3. Pemecahan masalah.

Harus diakui, bisnis tidaklah sederhana. Bisnis selalu kompleks dan penuh dengan masalah sehingga karyawan yang bisa menangani masalah dengan baik biasanya menjadi salah satu “bintang” di perusahaannya.

4. Tugas ganda.

Ada banyak orang yang bagus dan trampil menangani suatu tugas atau proyek yang datang silih berganti. Tetapi hanya sedikit yang tetap mampu menunjukkan hasil kerja yang berkualitas, bila diberi beberapa tugas yang harus diselesaikan dalam waktu yang kurang lebih bersamaan. Jadi, bila Anda mempunyai kemampuan ini tampilkanlah hal ini dalam resume Anda.

Bagaimana Cara Anda merumuskan prestasi dalam bentuk tulisan sama pentingnya dengan isinya itu sendiri.

1. Pencapaian target akan lebih mudah dicerna bila hal itu dikuantifikasikan atau disajikan dalam bentuk yang terukur.

Misalnya pencapaian target penjualan. Anda bisa menyebutkan : meningkatkan sales menjadi dua kali lipat dalam waktu 3 bulan atau melampaui target penjualan lebih dari 50%. Contoh lain yang berkaitan dengan pemecahan masalah misalnya: menangani hutang dan melakukan penagihan dengan tingkat keberhasilan 85%.

2. Lengkapi dengan konteksnya.

Penjabaran konteks ini juga bisa membantu pembaca untuk lebih mudah menilai kualitas prestasi Anda. Contoh : sebutkan besaran atau skala organisasi perusahaan Anda, posisi produk/jasa perusahaan Anda di pasar atau kondisi sosial ekonomi setempat ketika prestasi Anda itu diraih.

3. Jangan berlebihan.

Jangan menggunakan “make-up” yang terlalu tebal untuk memikat orang lain. Yang perlu Anda lakukan hanyalah mengedepankan prestasi Anda secara proporsional.

4 Nyatakan dengan singkat dan jelas.

Gunakan bullet-point. Kalimat yang terlalu panjang membuat orang malas membaca atau salah-salah malah membingungkan.

Sumber karir.com

Tips Karier

Sepuluh Tips Untuk Peningkatan Karir

June 24th, 2008

Banyak pakar mengenai karir dan pekerjaan setuju bahwa waktu terbaik untuk mencari-cari pekerjaan baru adalah ketika anda masih nyaman dengan pekerjaan lama anda. Jika anda mulai merasa tak tertantang pada posisi anda yang sekarang, anda mungkin siap untuk promosi ke tingkat selanjutnya. Jika tidak ada kesempatan peningkatan karir di tempat anda bekerja, pekerjaan terbaik anda selanjutnya mungkin sedang menunggu anda di tempat lain.

Sekarang ini, semua terserah anda untuk mengambil kendali dari pekerjaan professional anda dan pastikan anda berkembang dengan mulus pada jalur karir yang benar. Berikut adalah 10 strategi jitu untuk menolong anda untuk memulainya :

1.Bicaralah dengan boss anda.

Duduklah dan miliki pembicaraan yang terarah dengan atasan anda mengenai masa depan anda di perusahaan. Pastikan bahwa anda menginginkan performa pekerjaan anda mencapai goals dari perusahaan. Bagikan gol karir anda sendiri dengannya. Boss anda akan menaruh respek dengan kepercayaan diri dan kedewasaan anda.

2.Meminta lebih lagi.

Bekerja sukarela untuk menolong department lain atau tim lain atau cukup meminta tanggung jawab lebih lagi dapat menaikkan nilai anda dalam organisasi. Meminta untuk waktu tambahan juga menunjukkan minat dan keinginan untuk menolong department dan perusahaan untuk sukses.

3.Menjadi sukarelawan untuk badan penasehat perusahaan.

Jika anda memiliki karir yang sudah berada di atas apa yang seharusnya anda jalani dalam posisi sekarang, coba cari kesempatan untuk menjadi sukarelawan atau melayani dalam badan penasehat, dimana anda bisa membangun reputasi sebagai seseorang yang bergairah dan berdedikasi pada industri anda sekarang ini.

4.Pertajam keahlian interpersonal anda.

Keahlian interpersonal yang kuat memainkan peranan yang penting dalam menghimpun respek dari boss dan rekan kerja anda; mereka juga bisa menarik perhatian dari orang luar yang mungkin saja membuka pintu kesempatan yang baru untuk anda. Jadilah orang yang mudah diajak bergaul. Menjadi pendengar orang lain yang baik, berlatihlah menjadi komunikator yang jelas dan efektif.

5.Jadilah inovatif.

Jangan pernah takut untuk berpikir di luar kotak dan menaruh ketajaman bisnis anda dalam pekerjaan. Tetaplah mencari untuk solusi-solusi yang kreatif untuk masalah-masalah yang membuat anda dan boss anda terlihat lebih baik.

6.Carilah seorang mentor.

Bangunlah hubungan mentoring, baik di dalam ataupun di luar perusahaan. Penemuan baru-baru ini menunjukkan bahwa empat dari lima promosi dipengaruhi oleh mentor yang lebih tinggi dalam perusahaan. Mentor juga adalah sumber yang amat bagus untuk karir dan bimbingan karir.

7.Juallah diri anda.

Pelajari seni yang baik dari mempromosikan diri anda. Jika anda telah memiliki penyelesaian proyek besar atau menciptakan program yang sukses, pastikan bahwa orang mengetahui hal tersebut terutama pada orang-orang dalam posisi memberi pengaruh yang bisa menolong anda berkembang dengan professional. Biarlah diketahui bahwa anda mencari promosi ataupun langkah selanjutnya dalam karir anda.

8.Tetaplah belajar.

Cara terbukti untuk meningkatkan karir anda adalah secara berlanjut meraih pengetahuan baru. Menetaplah pada puncak tren atau perkembangan dalam bidang anda dan pastikan bahwa resume anda yang sekarang merefleksikan keahlian-keahlian yang dibutuhkan tersebut.

9.Jaringan.

Perkuat jaringan pertemanan anda dan ikutilah organisasi-organisasi professional, hadiri konferensi-konferensi industri, atau bahkan, menjadi sukarelawan. Semakin banyak orang yang melihat kekuatan dan kemampuan anda, maka lebih baiklah kesempatan anda untuk mendengar tentang kesempatan baru yang mungkin nanti akan muncul.

10.Bangunlah reputasi anda.

Dalam bisnis, reputasi anda adalah hal paling bernilai yang anda milki. Dikenallah sebagai orang bisa dijadikan untuk bergantung, professional, dan bisa diajak kerjasama. Bersikap dan dilihat melalui tata busana yang professional. Bangunlah nama untuk anda dengan menghadiri konferensi-konferensi, menjadi pembicara, atau menulis artikel.

sumber : www.jawaban.com

Tips Karier